Booming Seminar Nasional Pengembangan Masyarakat Islam Tahun 2016

IMG_2505

Suasana Seminar Nasional Pengembangan Masyarakat Islam Tahun 2016

Fakultas Dakwah menggelar Seminar Nasional Pengembangan Masyarakat Islam Tahun 2016 dengan tema “Membangun Sinergitas Pelaku Relawan Sosial dalam Kerangka Action Research Pengembangan Masyarakat Islam” : Konstribusi Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto Terhadap Desain, Mediasi Dan Model Pengembangan Masyarakat Islam Menuju Peran Perguruan Tinggi   Dalam Keberhasilan SDG’s Tahun 2030. Seminar ini digelar pada tanggal 28 April 2016 di Auditorium Utama IAIN Purwokerto, Jl. Jend. A. Yani No. 40 A. Seminar ini merupakan seminar perdana bagi Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) yang berdiri sejak tahun 2015.

ketua panitia

Laporan Ketua Panitia oleh Teh Halwa

Pencetus ide seminar, Umi Halwati, M.Ag. yang akrab disapa Teh Halwa selaku Ketua Prodi PMI sekaligus Ketua Panitia mempunyai keinginan memberikan mahasiswa PMI gambaran tentang pemberdayaan masyarakat dan tentang gambaran profesi yang akan mereka jalani nantinya. Untuk mewujudkannya, Teh Halwa, begitu orang sering menyapanya mempersiapkan acaranya ini dengan sepenuh hati. Guna merealisasikan tujuannya, beliau mengundang 2 pembicara yaitu Ir. Endang Tri Sulistyawati (Direktur PPSW Nasional Jakarta) dan Dr. Rudi S. Darwis, M.Si. (Pakar Kesejahteraan Sosial FISIP UNPAD Bandung), serta 1 orang pembahas, Johar Arifin, S.Pt, MP (Peneliti Puslit Dinamika Pembangunan UNPAD Bandung.

IMG_2428

Sambutan dan Pembukaan Acara oleh Rektor IAIN Purwokerto, Dr. H.A. Luthfi Hamidi, M.Ag

Acara yang dibuka oleh Dr. H. A. Luthfi Hamidi, M.Ag. selaku rektor IAIN Purwokerto ini dihadiri oleh lebih dari 350 Pengunjung, suatu angka yang fantastis untuk sebuah seminar keprodian di IAIN Purwokerto dari total ekspektasi undangan awal berkisar 200 orang.

IMG_2450

Ir. Endang Tri Sulistyawati, Direktur PPSW Jakarta, selaku pembicara pertama

Salah satu magis dari acara ini adalah Ir. Endang Tri Sulistyawati, beliau adalah Direktur Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita Jakarta, yang sudah malang melintang di bidang pemberdayaan perempuan dan sempat masuk dalam acara Kick Andy. Pada sesi pertama, beliau mengisi tentang “Peran PPSW Dalam Pemberdayaan  dan transformasi sosial bagi status dan peran perempuan dalam membangun tatanan masyarakat berkeadilan”. Endang banyak memberikan gambaran tentang kegiatannya saat melakukan pemberdayaan melalui koperasi yang sudah dibangun yang semuanya dikerjakan oleh kaum wanita. Beliau memaparkan bahwa indeks umur perempuan lebih panjang dibandingkan kaum lelaki, oleh karena itu perempuan harus siap mandiri dan berjuang untuk tetap bertahan menghadapi perekonomian tanpa lelaki.

rudi

Dr. Rudi S. Darwis, M.Si. memberikan gambaran tentang Action Research Mahasiswa Prodi PMI

Sesi kedua diisi oleh Dr. Rudi Saprudin Darwis, M.Si. Beliau memaparkan tentang “Membangun Desain Dan Model Action Research Dalam Studi Dan Aksi Pemberdayaan Masyarakat”. Dalam paparannya, beliau memberikan gambaran tentang desain dan model penelitian bagi mahasiswa PMI yang bisa menggunakan action research karena seringnya mahasiswa bersinggungan langsung dengan masyarakat selaku partisipatory atau dikenal dengan metode Participatory Action Research. Participatory Action Research adalah suatu bentuk penelitian yang berorientasi pada masalah sosial di masyarakat dengan penekanan pada penelitian yang berkontribusi pada emansipasi untuk melakukan perubahan dalam masyarakat, begitu Rudi menerangkan. Metode yang dipaparkan yaitu model Stinger yang mengkombinasikan antara Look, think dan act. Diharapkan dengan paparan ini mahasiswa dapat menerapkan model ini pada penelitian mereka kelak.

IMG_2556

Djohar Arifin, MP. Pembahas dan Penyelaras dari kedua Materi yang Disampaikan

Kehadiran Johar Arifin, S.Pt, MP di sesi terakhir menyinkronkan antara kedua topik yang dipaparkan oleh kedua narasumber tadi, yaitu lulusan prodi PMI banyak dibutuhkan karena kondisi dan masalah sosial akan terus muncul dan diharapkan mahasiswa menjadi bagian dalam pengembangan masyarakat disamping Pemerintah, Komunitas, dan pelaku bisnis lainnya. Beliau memberikan Langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh perguruan tinggi dalam membangun Sinergitas Pelaku Relawan Sosial Untuk Pengembangan Masyarakat yaitu :

  1. Menyusun Grand Design pengembangan masyarakat dengan melibatkan multi pihak
  2. Membuat kurikulum yang terarah bagi pembelajaran mahasiswa dan dosen agar memiliki kecakapan dalam pengembangan masyarakat
  3. Menyusun Roadmap penelitian pengembangan masyarakat dengan melibatkan multi pihak
  4. Membangun Jaringan subyek pelaku pengembangan (pemerintah, akademisi, pebisnis dan lembaga Swadaya masyarakat)
IMG_2337

Stand Pameran yang Didirikan di Depan Auditorium Utama IAIN Purwokerto

Selain seminar, kegiatan ini juga menampilkan pameran produk pengembangan masyarakat dari Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Banyumas seperti LSM Wadas Kelir, PKPU kabupaten Banyumas, Bazda, Laziznu, Lazismu. Selain produk dari sekitar kampus, pameran juga dimeriahkan oleh produk olahan bawaan desa binaan Unpad yang dibawa langsung oleh Johar Arifin yang merupakan hasil pemberdayaan masyarakat disana seperti dodol tomat, petis ikan dan lain-lain. Diharapkan seminar ini memberikan pengetahuan kepada mahasiswa tentang keadaan bangsa dan mampu memberikan orientasi berbeda tentang pengembangan masyarakat kepada mahasiswa selaku agent of change.

Leave a Reply