Prodi PMI Fakultas Dakwah Berhasil Raih Predikat Akreditasi “Baik Sekali”

Purwokerto – Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto berhasil raih predikat “Akreditasi Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada Kamis, (15/06/2021). Hal tersebut diperoleh usai dilaksanakan Assessment Lapangan pada 4-5 Juni lalu.

“Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam ini sebelumnya hanya mendapatakan surat keterangan akreditasi dengan predikat “Baik” dengan penilaian 201 poin. Setelah assessment lapangan dilakukan, BAN-PT kemudian memberikan penambahan nilai menjadi 332 poin. Sehingga saat ini akreditasi Program Studi PMI meningkat menjadi predikat “Baik Sekali” ungkap Kepala Jurusan Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam, Agus Sriyanto.
Ia menegaskan pentingnya akreditasi bagi mahasiswa. “Akreditasi ini merupakan hal yang penting bagi karir mahasiswa. Namun setelah proses akreditasi perlu adanya upaya untuk membuktikan penilaian tersebut.” terang Agus Sriyanto.

Kajur PMI ini juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh rekan-rekan tim akreditasi dan semua pihak yang mendukung proses akreditasi.
“Tentunya terimakasih kepada Dekan Fakultas Dakwah karena beliau yang paling konsen untuk hal ini. Kemudian untuk rekan-rekan tim akreditasi mulai dari Wadek, Kabag, dan teman-teman kepala jurusan lain yang semuanya mendukung untuk suksesnya akreditasi PMI,” tambah Agus Sriyanto.

Prodi PMI mendapatkan beberapa evaluasi dari hasil assessment lapangan. Muskinul Fuad selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Dakwah sekaligus penanggung jawab bidang akademik berkomitmen untuk memperbaiki catatan evaluasi terutama dalam memfasilitasi laboratorium dalam kampus.
“Catatan kemarin dari akreditasi itu, kita masih kurang dalam fasilitas laboratorium di dalam kampus. Walaupun PMI itu laboratoriumnya lebih banyak di luar kampus dan masyarakat. Kami akan upayakan optimalisasi laboratorium di kampus dan di ruang kelas akan di tingkatkan lagi,” jelas Wakil Dekan 1, Muskinul Fuad.

Ia menambahkan bahwa puncak keberhasilan akreditasi tergantung pada mahasiswa dan alumninya yang mampu meningkatkan kompetensinya.
“Akreditasi itu bagi saya bukan segala-galanya. Itu hanya pengakuan formal dari negara yang diwakili oleh BAN-PT. Tentu saja kedepannya mahasiswa harus lebih semangat belajarnya. Karena bagaimana pun puncak dari keberhasilan akreditasi itu pada outpunya atau alumninya,” pungkas Muskinul Fuad.
Reporter : Pandika Adi Putra

Leave a comment