Nur Azizah, S.Sos.I., M.Si. : BELAJAR TANPA LELAH

Salah satu potret dosen Fakultas Dakwah adalah Nur Azizah. Terlahir di Bantul, 17 Januari 1981. Azizah merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Ayahnya bernama Drs. H. Mursiti M.H. seorang hakim dan ibunya H. Siti Saudah S.Ag. pensiunan kepala sekolah Madrasah Aliyah.
Azizah terlahir di lingkungan keluarga yang perpendidikan. Pendidikannya dimulai dari TK PKK kemudian melanjutkan ke MI Maulana Mahabi. Lantaran beliau harus mondok, beliau pindah sekolah dari kelas 4 sampai kelass 6 di SD Jepit 1 bantul sambil mondok di PP An Nur Bantul (lulus tahun 1992). Masih di pondok yang sama, selepas SD Azizah melanjutkan ke MTs Negeri Bantul Kota (lulus tahun 1995) lalu melanjutkan lagi di MAN Jogjakarta 1 dan pindah pondok ke PP Al Munawir Krapyak Jogja sampai lulus S1 jurusan BPI di IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta (lulus tahun 2002). Setelah lulus S1, Azizah melanjutkan ke S2 di Fakultas Psikologi dengan mengambil konsentrasi Psikologi Pendidikan dan lulus tahun 2006.
Sebelum menyelesaikan studinya, di akhir tahun 2005 beliau menjadi guru honorer di MI. Di samping itu, beliau juga menjadi penyuluh agama Islam honorer di kantor Departemen Agama kabupaten Bantul. Kemudian pada tahun 2006 sampai tahun 2007, beliau mengabdi di kecamatan Pundang Bantul menangani pasca bencana.
setelah pengumuman dan dinyatakan lolos beliau mulai masuk di Purwokerto pada tahun 2008.
Pada tahun 2009 ada pemberitahuan untuk pemberkasan CPNC Formasi Penyuluh Agamaa Islam di kantor  Departemen Agama Bantul. Namun, karena beliau sudah melakukan pemberkasan CPNS di Purwokerto dengan Formasi Dosen Psikologi maka pemberkasan yang di Bantul digagalkan.
Pertama di STAIN, dosen yang akrab dengan sapaan bu Zizah ini ditempatkan di jurusan Tarbiyah selama 2 tahun untuk menjadi dosen BK dan untuk setelahnya dipindah menjadi dosen di fakultas dakwah. Selain tercatat sebagai dosen, beliau juga merangkap sebagai staf di UPT Bahasa dan Pengembangan dari tahun 2008 sampai tahun 2015. Kemudian pada tahun 2015 beliau diangkat menjadi sekjur BKI sampai sekarang.
Terlahir dari keluarga pendidik bukan menjadi satu-satunya alasan kelancaran  beliau dalam menempuh pendidikan dan cita-citanya. Melainkan mau terus belajar yang menjadi kunci beliau dalam menggapai cita-citanya. berikut ini adalah pesan beliau kepada seluruh mahasiswa IAIN Purwokerto lebih khususnya kepada mahasiswa fakultas dakwah:
1. Harus memiliki motivasi yang tinggi; 2. Paham makna belajar itu untuk apa; 3. Mempersiapkan materi satu hari sebelum jam mata kuliah berlangsung; 4. Tidak menyia-nyiakan kuliah; 5. Perbanyak diskusi yang bermanfaat; 6. Serius untuk belajar; 7. Memiliki motifasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
Selain beberapa pesan di atas beliau juga berpesan “bekali diri dengan mengikuti banyak pelatihan atau organisasi baik di dalam atau di luar kampus untuk pengembangan pribadi”. (LDP)

Leave a Reply