Hanat dalam Green Youth Camp Medan

Guna menyuarakan gaya hidup ramah lingkungan kepada masyarakat khususnya anak muda, Koalisi Pemuda Hijau Indonesia Regional Sumatera Utara (KOPHI Sumut) mengadakan Green Youth Camp 2016 tingkat Nasional kedua yang dilaksanakan di Kota Medan. Komunitas ini merupakan sebuah komunitas yang mewadahi pemuda agar menjadi solusi dalam permasalahan iklim. Para pemuda dapat bergerak melakukan aksi nyata secara kolektif dan berkelanjutan agar terciptanya lingkungan yang sehat dan lestari. Banyak cerita, inspirasi, wawasan dan ilmu baru yang saya dapatkan.

Green Youth Camp

Peserta Green Youth Camp II Medan

Setelah sukses menggelar Green Youth Camp yang pertama pada 04-07 Desember 2014 lalu, kini KOPHI kembali menggelar Green Youth Camp ke II yaitu sebuah acara yang mengemas isu lingkungan di Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini  Nonformal dan Informal (BP-PAUDNI) Jalan Kenanga Raya, Tanjung Sari-Medan. Acara ini dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun KOPHI Sumut yang ke 4 dengan tema Greenerasi Beraksi.Selama 4 hari (18-21 Februari 2016) Saya dan teman-teman dari Sabang sampai Merauke disuguhkan beberapa kegiatan Green Art Performance, Talkshow, Focus Group Discussion, Aksi Sosial, Workshop dan Fieldtrip dengan beberapa pembicara dari berbagai kalangan. Kami mendengar pengalaman-pengalaman dari para pakarnya lingkungan dari yang muda sampai yang tua, dari yang enggak tamat SMP sampai yang tamat Master dan Doktor. Pengalaman mereka sungguh luar biasa. Berangkat dari kondisi Indonesia yang memprihatinkan dengan tumpukan sampah, limbah, penebangan pohon secara liar, KOPHI Sumut mengajak para pemuda Indonesia untuk memahami lingkungan dan turut aksi dalam pelestarian lingkungan yang menjanjikan.

Mahasiswa KPI di Medan

Hanat, Peserta Green Youth Camp II

Hanat, Mahasiswa KPI Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto mengikuti acara tersebut dengan penuh antusias. Hanat yang merupakan mahasiswa Semester 6 ini merasa bahagia dan beruntung karena bisa mengikuti acara ini. Hari pertama menyajikan acara talk show dan penyampaian materi dari Vania Santoso, Ismail Marzuki, Rizky Syahfitri, Adrian Hilman, Jaya Arjuna, Bachtiar, Indra Tanjung dan lainnya. Masing-masing pemateri adalah orang yang peduli terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah. Salah satu pembicara, Vania mengolah sampah bekas karung semen menjadi industri keatif yakni tas kulit, hingga hasilnya sampai ke luar negeri. Ada juga yang mengolah sampah menjadi kerajinan tangan, menjadi pupuk dan ada yang mengelola Bank Sampah di beberapa sekolah yang ada di Medan.

Hari berikutnya kami diajarkan mengolah barang bekas menjadi suatu yang bernilai dari segi ekonomi, kami diajarkan mengolah sampah dari sisa bubuk teh dan bubuk kayu hasil dari kayu-kayu yang dibuat lemari dan sebagainya. Juga hasil dari sejenis pipa bekas dari gulungan kain-kain. Kemudian dijadikan kotak pensil dan celengan.

Tak sekedar penyampaian materi, acara ini juga akan disambung dengan acara fieldtrip ke Pagoda Taman Lumbini dan Air Terjun Sipiso-piso. diajak berwisata alam ke Taman Alam Lumbini, di taman ini terdapat sebuah Pagoda replika dari Pagoda yang ada di Myanmar yang terbesar dan tertinggi di Indonesia. Areal taman ini seluas tiga hektar, di sini juga terdapat jembatan gantung di kelilingi pohon-pohon rindang menjadikan taman ini asri, indah dan nyaman.

Kemudian perjalanan dilanjutkan ke air terjun Sipiso-Piso. Air terjun yang berada di kabupaten Karo, jika dari Medan ke sipiso-piso dapat ditempuh lebih kurang 3 jam, suasana di daerah ini dingin karena terletak di daerah pegunungan. Untuk menuju Air Terjun sipiso-piso, kami turun dengan menuruni anak tangga, medan di sipiso-piso ini biasa saja tidak terlalu terjal, dan mudah karena ada tangga untuk turun dan ada beberapa pos untuk singgah beristirahat dan berteduh di saat hujan.

Masjid Agung Medan

Mampir di Masjid agung

Menyambut Hari Bebas Sampah Nasional pada 21 Februari, Green Youth Camp bekerjasama dengan komunitas yang ada di Berastagi juga turut berpartisipasi dengan kampanye lingkungan. Dan aksi mengutip sampah serta bersih-bersih daerah Air Terjun Sipiso-pisi, Sumatera Utara tanggal 20 Februari. Kegiatan ini berkesan bagi para peserta, kegiatan ini bermanfaat dan merupakan modal amal ibadah bagi saya untuk menjaga keindahan sipiso-piso. Banyak memang diantara kita, mencintai keindahan alam Indonesia, tetapi masih kurang dalam menghargai keindahan yang diberikan Allah kepada kita. Alhamdulillah ada 6 karung sampah yang berhasil kami kumpulkan dari air terjun sipiso-piso, mudah-mudahan dapat mengurangi jumlah sampah yang ada di sana.

Di lokasi ini juga menyediakan oleh-oleh untuk para pengunjung yang membutuhkannya, juga berbagai makanan dan minuman halal. Hari pun mulai sore, kami beranjak pulang meninggalkan sipiso-piso menuju ke lokasi penginapan.

Dihari terakhir panitia memberikan kejutan, kejutannya ialah mengundang salah satu instruktur yoga yang berasal dari Bali, selama 2 jam kami dilatih Yoga, sungguh ini pengalaman luar biasa yang aku dapatkan, karena sebelumnya, hanya mendengar saja di tv atau media sosial tentang yoga. Tetapi saat itu, kami langsung diajarkan oleh yang ahlinya, terimakasih panitia Green Youth Camp 2.

Disetiap pertemuan pasti ada perpisahan, walaupun saat itu, teman saya mengatakan dia benci dengan perpisahan saat memberikan kesan dan pesan kepada panitia. Tapi itulah yang harus kita lalui. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemilihan peserta terbaik cowok dan cewek dan juga panitia terbaik cowok dan cewek, dilanjutkan dengan pemberian hadiah kepada masing-masing peserta dan pemberian sertifikat kepada masing-masing peserta serta saling bersalam-salaman antara peserta dan panitia.

 

Hanat Futuh Nihayah

Mahasiswa 6 KPI Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto

Leave a Reply