Kajur BKI Ikut Serta dalam Konvensi Nasional BK XIX ABKIN

BANJARMASIN – Sebanyak 500 konselor dari 33 provinsi di Indonesia hadir dalam Konvensi Nasional Bimbingan dan Konseling XIX Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) yang diselenggarakan di Banjarmasin, Jumat (20/5). IAIN Purwokerto pun ikut berpartisipasi dengan Nurma Ali Ridlwan, M.Ag dan Alief Budiyono, M.Pd sebagai partisipan kegiatan ini. Selain dari Indonesia, hadir pula Presiden Persatuan Konseling Malaysia (Perkama) Prof .Dato Abd Halim. Guru besar psikologi konseling dari Malaysia ini hadir sebagai pembicara utama pada Konvensi Nasional Bimbingan dan Konseling XIX ABKIN.

abkin1

Ketua Umum ABKIN Prof Mungin Eddy Wibowo mengatakan, konvensi nasional  ini adalah pertemuan organisasi yang bersifat keilmuan yang diselenggarakan dan dipimpin oleh pengurus besar ABKIN. Konvensi nasional ini membahas tentang masalah-masalah keilmuan dan teknologi di bidang bimbingan dan konseling serta pendidikan.  “Konvensi nasional ini dihadiri anggota ABKIN dari berbagai daerah di Indonesia termasuk dari luar negeri,” ujarnya.

Tujuan pelaksanaan konvensi nasional ini adalah untuk mengembangkan standar mutu profesi konseling dengan memperkuat teori dan praktik konseling dalam membangun sumber daya manusia berkarakter dan berbudaya bangsa.Saat ini keberadaan pelayanan konseling dalam pendidikan di sekolah telah memiliki legalitas yang kuat dan menjadi bagian terpadu dari sistem pendidikan nasional. Pelayanan konseling telah mendapatkan tempat di semua jenjang pendidikan mulai dari jenjang pendidikan usia dini sampai perguruan tinggi. “Konselor sebagai salah satu jenis tenaga kependidikan yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Presiden Persatuan Konseling Malaysia (Perkama) Prof Dato Abd Halim Hussin mengatakan, pembinaan konselor di Indonesia sangat bagus karena fokusnya di sektor pendidikan. Jumlah konselor Indonesia juga bagus dengan perbandingannya 1 konselor sama dengan 150 pelajar. “Kalau konselor Malaysia ada yang bekerja di kantor, pemerintahan, dan kerajaan Malaysia. Ini bedanya dengan konselor Indonesia,” bebernya. Kedepannya, konselor Malaysia akan meningkatkan kerjasama dengan konselor Indonesia dalam hal tukar menukar ilmu, pertukaran pengalaman intelektual, dan kunjungan kerja. “Ke depan kita akan laksanakan pertukaran dosen, guru dan pelajar,” tandasnya.

Pada acara yang juga dihadiri oleh Dosen Bimbingan dan Konseling yang menjabat sebagai Ketua Jurusan bimbingan Konseling ini mengambil tema “Penguatan Teori dan Praktik Konseling dalam Membangun SDM yang Berkarakter dan Berbudaya Bangsa”. Ketua panitianya, Ali Rachman M.Pd mengatakan, “tema ini tidak terlepas dari semakin dekatnya kita dengan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Tentu banyak hal tengah dipersiapkan untuk menyongsong era tersebut salah satunya penguatan teori dan praktik konseling bagi mereka yg berkecimpung pada bidang bimbingan konseling”.

abkin-2

Selain sebagai peserta, Nurma dan Alief menyampaikan makalah yang sudah dikirimkan dengan judul “PELATIHAN KONSELING REALITAS UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN DIRI” yang disajikan dalam Workshop KONVENSI NASIONAL BK XIX ABKIN. Mereka memaparkan makalah mereka dalam waktu kurang lebih 15 menit. Sebagai akhir pelaksanaan, seluruh peserta mendapatkan kumpulan makalah mereka dalam prosiding yang diharapkan dapat memperkaya pengetahuan dosen bidang Bimbingan dan Konseling yang ada di IAIN Purwokerto khususnya Fakultas Dakwah.

Leave a Reply