Kongkow Bersama Dekan

Purwokerto- Mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pengembangan Masyarakat baru-baru ini menyelenggarakan diskusi publik bersama pimpinan Fakultas Dakwah. Kegiatan yang dibuat santai dan berbentuk kongkow bertajuk Membuka Mata Menatap Realita ini bertempat di Gedung Student Center (GSC) IAIN Purwokerto. Dalam Kongkow yang dilaksanakan pada 18 November 2016 ini, mahasiswa bersama tiga unsur pimpinan Fakultas Dakwah. Ketiga unsur tersebut adalah unsur Dekanat, Jurusan, maupun Program Studi.

2

Kongkow ini merupakan salah satu cara mahasiswa mengenalkan lebih mendalam tentang Jurusan Pengembangan Masyarakat itu sendiri, serta lebih mengenal pimpinan yang ada di Fakultas Dakwah. Selain itu, kegiatan ini merupakan cara untuk mengobati penasaran dan kegalauan mereka akan kompetensi lulusan mereka nantinya. Hal ini terjadi karena Jurusan Pengembangan Masyarakat yang menaungi dua Program Studi yaitu Manajemen Dakwah (MD) dan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) merupakan prodi baru yang merupakan prodi baru yang belum mempunyai lulusan. Lalu apa saja isi dari diskusi tersebut?

Sambutan Panitia

Sambutan Panitia, Bustomi Karim

“Fakultas Dakwah yang menjadi tempat dimana mahasiswa belajar juga harus bisa memberikan penjelasan dan mengantar mahasiswanya ke dunia kerja sesuai dengan kompetensi yang diajarkan.” kata Busthomi Karim selaku Ketua Panitia Kongkow ini dalam sambutannya.  Tomi juga menjelaskan kongkow dan diskusi ini bisa berlanjut agar nantinya mahasiswa dapat menjelaskan apa tujuan dan bagaimana garis kompetensi mereka. “Kongkow ini menjadi pengenalan bagi mahasiswa baru agar dapat lebih mengenal tentang Fakultas dakwah dan kompetensi yang ditawarkan Prodi mereka,” kata Tomi.

1

Fakultas Dakwah yang diwakili langsung oleh Dekan, Drs. Zaenal Abidin, M.Pd. menjelaskan tentang Profil Program Studi yang bernaung di Jurusan Pengembangan Masyarakat.  “Fakultas Dakwah yang notabene merupakan Fakultas yang berada dalam naungan IAIN Purwokerto, mengikuti setiap arah dan aturan yang sudah menjadi Visi dan Misi IAIN Purwokerto. Fakultas Dakwah sebagai pengemban amanat berupaya agar nantinya mahasiswa Fakultas Dakwah dapat Unggul, Islami dan Berkeadaban dalam pengembangan ilmu dakwah. Terlebih lagi, Program Studi Manajemen Dakwah adalah ujung tombak dalam pergerakan dakwah di Indonesia nantinya, Tambahnya dalam sesi pemaparan profil prodi MD saat itu.

Sedangkan dari Dr. Sulkhan Chakim, MM, selaku Wakil Dekan I, diharapkan mahasiswa lebih tertarik terhadap pengembangan Jiwa Enterpreneurship. Sulkhan bahkan memberikan apresiasi kepada mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat dan mendorong mereka menjadi Enterpreneur dengan membuat laboratorium masyarakat di desa Melung, Baturaden. Disana, mahasiswa diberikan kebebasan untuk meneliti, bahkan wadah mereka berkreasi dalam dakwah dan enterpreneur. Sulkhan yang merupakan Direktur Pesantren Pertanian Taman Lestari ini menambahkan, Kerjasama yang sudah terjalin antara Pesantren Taman Lestari dan Fakultas Dakwah diharapkan dapat saling bersinergis dan bekerja secara kolektif. “Saya disini lebih suka untuk mendiskusikan peran kita sebagai organisasi agar dapat saling menjaga dan menjadi wadah mahasiswa yang ingin menambah wawasannya,” katanya. Menanggapai tema kongkow, Sulkhan lebih menekankan kepada pola berfikir yang panjang dan kritis.

3

Sebagai penghangat diskusi hari itu, HMJ Pengembangan Masyarakat menyajikan Kesenian Karawitan Setyo Laras IAIN Purwokerto yang terdiri dari sebagian besar Mahasiswa Fakultas Dakwah. Grup Karawitan ini melantunkan single mereka yang nantinya akan dipentaskan dalam acara di Pendopo Si Panji Alun-alun Purwokerto dalam acara Dhopokan bersama Bupati Banyumas. Pementasan ini merupakan pemanasan dan tambahan jam terbang bagi anggota karawitan setyo laras sebelum tampil dalam event yang lebih besar, Kata Warto, M.Kom saat sesi break.

Dari diskusi publik kali ini, disimpulkan bahwa setiap program studi di Fakultas Dakwah mempunyai karakteristik dan ciri khas tersendiri untuk setiap mahasiswanya. Dari pemaparan diskusi kali ini, diharapkan nantinya semua mahasiswa dapat saling bersinergi menjadi agent of change untuk membangun bangsa agar tercapai visi dari IAIN Purwokerto, yaitu Unggul, Islami dan berkeadaban.

Leave a Reply