KONSOLIDASI KOMUNITAS MAHASISWA DI FAKULTAS DAKWAH

Di pendidikan tinggi, berbagai persoalan mahasiswa yang sangat komplek, setidaknya persoalan yang paling menonjol ialah kompetensi dan wadah penyaluran bakat mahasiswa yang banyak memerlukan penanganan segera. Adanya reorientasi aktifitas mahasiswa, yang di orientasikan untuk mengakomodir kebutuhan mahasiswa, yang sesuai dengan tuntutan semangat zaman, dan tentunya tidak terlepas dari semangat kekinian, yang di perjuangkan dan diperuntukkan untuk kemaslahatan umat dan bangsa, yaitu dengan memperkuat komunitas-komunitas mahasiswa di kampus-kampus.

1

Arsam, MSI selaku Kepala Laboratorium Fakultas Dakwah memimpin Konsolidasi

Untuk itu, Arsam, MSI., selaku kepala Laboratorium Fakultas Dakwah memandang perlu diadakan konsolidasi antar komunitas yang ada di Fakultas Dakwah. Konsolidasi dilaksanakan pada hari Jum’at, 15 April 2016 di Laboratorium Dakwah dengan mengundang seluruh perwakilan komunitas yang ada di Fakultas Dakwah yang berjumlah 20 orang. Komunitas yang hadir antara lain Mitra Remaja, Broadcasting, Fixlens, KomDa’i, Jurnalistik, Motivator, dan komunitas paling muda yaitu Kompas (Komunitas Pengembangan Masyarakat). Pertemuan ini dihadiri oleh masing-masing ketua dan sekretaris komunitas, ditambah pembina komunitas.

Konsolidasi yang langsung dipimpin oleh Arsam, Dengan agenda pembahasan evaluasi kerja komunitas dan perkenalan pengurus baru tiap komunitas agar makin saling mengenal. Arsam menyampaikan bahwa untuk mencapai kejayaan komunitas tidak mudah jadi butuh semangat, kedisplinan, dan keseriusan. Hal ini adalah modal utama dalam mencapai apa yang kita cita-citakan dalam perjuangan komunitas kita saat ini.

Lanjut Arsam, bahwa Komunitas di Fakultas Dakwah bukan hanya sekedar komunitas biasa tetapi komunitas yang hadir untuk kita belajar bagaimana” Berorganisasi, Kerja sama, Kerja Tim. Tiap komunitas diharap segera melaksanakan diklat dasar kepengurusan (Diksar) untuk menentukan arah kebijakan dan kegiatan selanjutnya. Harapan Arsam yaitu kedepan bisa memperbaiki stigma pengurus  komunitas dan bisa melakukan progam kerja yang sudah di rencanakan dalam Rapat Kerja (RAKER) maupun belum direncanakan.

2

Penyampaian Perwakilan Komunitas

Para pengurus menanggapi kegiatan ini dengan antusias dan berharap adanya kontinuitas konsolidasi agar terciptanya suasana yang lebih kondusif dalam laboratorium. Aldi, salah seorang pengurus dari Komunitas Motivator mengharapkan adanya kebijakan dari Kalab dalam pembagian ruang, karena ada komunitasnya belum memiliki ruangan. Begitu juga yang di sampaikan oleh Mat Roif selaku pengurus komunitas baru Kompas. Menanggapi hal itu, Arsam menjanjikan pembagian ruang kepada seluruh komunitas agar tercipta iklim laboratorium yang lebih baik.

3

Gambaran Alur Pengajuan Dana Komunitas oleh Ellen Prima, MA.

Untuk membantu kelancaran kegiatan dan program kerja tiap komunitas, Fakultas Dakwah menyiapkan dana untuk membantu penyelenggaraan kegiatan yang akan mereka laksanakan pada tahun ini. Ellen Prima S.Psi., MA., selaku perwakilan dari Fakultas memberikan gambaran proses pengajuan dana tersebut, dimana tiap-tiap komunitas membuat Term Of Refference (TOR) yang diajukan ke fakultas. Pembuatan TOR ini dimaksud memberikan latihan kepada tentang manajerial baik dari segi kegiatan maupun keuangan.

Harapan akhirnya, komunitas Fakultas Dakwah dapat menjadi wadah untuk mempersatukan mahasiswa, ajang berekspresi, penyaluran bakat dan minat sehingga dapat menambah nilai plus lulusan Fakultas Dakwah kelak.

Leave a Reply