KPI Menulis Berita Bersama Pimpinan Radar Banyumas

News Value menjadi salah satu pertimbangan utama seorang redaktur pemberitaan dalam memilih satu diantara banyak berita yang ada. Hal tersebut disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Radar Banyumas Yudhis Fajar Kurniawan ketika menjadi dosen tamu dalam kuliah Penulisan Berita, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah,  Senin (4/12) di Auditorium utama IAIN Purwokerto.

Dari ratusan berita yang masuk setiap harinya, tim redaksi harus pandai – pandai menyeleksi berita mana yang akan dimuat, salah satu syarat sebuah berita akan dimuat ada pada nilai atau news value yang berarti bagi audiensnya. Walau dalam teori jurnalisme news value atau news peg biasa diidentifikasi paling tidak dalam 10 hal misalnya seperti magnitude, proximity, impact, timeliness, importance, conflict, human interest dan seterusnya. News value pada prakteknya dalam pandangan Yudhis disederhanakan menjadi  dua, yaitu yang penting dan yang menarik. Penting, karena memiliki dampak bagi masyarakat banyak, misalnya isu seperti BBM dan APBD, menarik misalnya berita populer seperti selebrity dan olah raga.

Lebih lanjut diutarakan Yudhis, kesuksesan suatu pemberitaan adalah ketika sebuah berita yang dikemas menarik akhirnya dibaca oleh audiens, namun hal tersebut baru langkah pertama dalam tujuan pemberitaan. Karena sesungguhnya ada tingkatan kedua yaitu ketika berita menjadi wacana public atau public discourse. Dalam tingkatan ini sebuah isu dan agenda yang diangkat media menjadi bagian penting  dan menjadi perhatian masyarakat dalam kesehariannya. Yudhis mengambil contoh kasus Watergate di Amerika Serikat pada dekade 70an. Namun demikian, di atas public discourse ada satu tingkatan lagi yang terkadang menjadi impian banyak jurnalis, yaitu ketika produk jurnalisme menjadi agent of change, atau membawa masyarakat ke suatu titik perubahan yang lebih baik.

Acara ini dipandu oleh Bapak Oki Edi Purwoko M,Si, selaku dosen pengampu matakuliah teknik penulisan Berita, dan diikuti sekitar 80an mahasiswa yang berasal dari 3KPIA dan 3KPIB serta beberapa mahasiswa  yang mengambil mata kuliah pilihan Teknis Penulisan Feature dan Artikel. Menurut Pak Oki, produk jurnalisme yang baik dan mumpuni lahir dari tangan – tangan yang terampil, pikiran yang kaya pengetahuan serta pribadi dengan segudang pengalaman. Untuk mencapai hal tersebut, mahasiswa sangat perlu referensi. Dan referensi yang dimaksud tidak hanya dari buku bacaan saja, tetapi juga referensi produk jurnalisme yang baik dan juga referensi pergaulan. Oleh karena itu selain harus banyak membaca dan berlatih menulis, dalam mata kuliah ini ingin dihadirkan pakar yang berpengalaman dan bertahun – tahun berkecimpung menekuni jurnalisme sehingga efektif memperkaya pengalaman mahasiswa.

Selain pemaparan oleh narasumber, acara ini juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi mengenai seluk beluk dunia jurnalisme yang berlangsung sangat produktif. Isu – isu seperti korporasi dan keberpihakan media, daya saing media cetak dalam pusaran era internet, daya saing media local dalam arus globalisasi pasar, reaksi atas isu sensasionalism dan hoax di media mainstream bertubi – tubi dihadirkan mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto. Untuk meningkatkan kualitas mahasiswa dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan di masa yang akan datang, pembelajaran akan selalu disajikan dalam bentuk – bentuk yang inovatif. Harapannya adalah akan lahir jurnalis – jurnalis handal dan professional dari kampus hijau tercinta IAIN Purwokerto. (OEP)

Leave a Reply