Kunjungan Mahasiswa BKI ke Citra Medika Banyumas

Gangguan jiwa adalah kelainan tingkah laku seseorang yang dapat mengganggu mereka sendiri bahkan lingkungan dimana mereka tinggal sehingga harus disembuhkan agar kembali menjadi normal. Untuk itu perlu suatu hal yang baru dengan metode yang baru juga dalam penanganannya. Karena penyakit yang diderita manusia tidak selamanya dapat disembuhkan dengan obat medis atau kecanggihan perangkat medis. Proses ini dibahas banyak dalam perkuliahan Konseling rehabilitasi. Untuk lebih memantapkan perkuliahan tersebut, maka Nurma Ali Ridlwan, M.Ag. selaku dosen pengampu mata kuliah tersebut mengajak mahasiswanya untuk menyambangi salah satu panti rehabilitasi di Kabupaten Banyumas.

Panti yang terpilih untuk kegiatan ini adalah Panti Rehabilitasi Mental dan Narkotik Yayasan Citra Medika Banyumas yang terletak di Kaliori, Banyumas. Yayasan yang merupakan cabang dari Rumah Sakit Darma Graha ini berdiri sejak tahun 2006.  Kunjungan dilaksanakan pada hari Jum’at, 8 Desember 2017. Peserta kunjungan adalah mahasiswa BKI semester 7. Panti ini dipilih karena memiliki banyak teknik dalam penyembuhan gangguan jiwa pada pasiennya, sehingga mahasiswa bisa mempunyai wawasan luas akan proses penyembuhan ini.

Rombongan tiba di lokasi pada pukul 09.00 WIB dan langsung diterima oleh Bapak Supri, salah satu pegawai yang merupakan psikiater yang menangani langsung pasien gangguan jiwa. Saat penerimaan mahasiswa, Supri memberikan gambaran tentang kesibukan panti ini tiap harinya. Panti Rehabilitasi Mental dan Narkotik Yayasan Citra Medika Banyumas menawarkan banyak jenis terapi alternatif seperti, terapi kelompok, terapi perorangan, terapi meditasi , terapi ketawa, terapi olahraga, terapi musik, terapi rekreasi, terapi tari, terapi relaksasi, dan terapi permainan demikian Supri memaparkan. Jumlah pasien saat ini sebanyak 17 orang dari berbagai tempat, termasuk Jakarta dan kota di luar Banyumas. Latar belakang awal pasien ini juga bervariatif, mulai dari pegawai, ibu rumah tangga, bahkan eks pemakai narkoba.

Selanjutnya, mahasiswa berkesempatan turun langsung dan berinteraksi bersama pasien. Pada saat kunjungan, pasien sedang dikumpulkan untuk menerima terapi yang dilaksanakan oleh Pak Supri dan Bu Parwati setiap hari Jum’at dan Senin. Mahasiswa mengikuti terapi dari awal, yaitu terapi musik, hentakan dan teriakan, ketawa, sampai relaksasi. Disinilah mahasiswa menerapkan apa yang mereka dapat saat kuliah untuk dapat berkomunikasi, melaksanakan pendekatan dan lain-lain. Nurma berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan mahasiswa dalam pembelajaran konseling rehabilitasi. Kesempatan seperti ini diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai salah satu gambaran kerja nantinya.

Leave a Reply