Mahasiswa Dakwah di Era Milenial: Tantangan Berfikir Konstruktif dan Akomodatif

Kesuksesan atau kebahagian pada dasarnya bergantung kepada pola pikir. Hal ini dikarenakan kekuatan mindset mengarusutamakan seluruh fokus dan gerak tubuh menuju apa yang ada dalam pikiran. Hal tersebut menjadi landasan Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto mengangkat tema “Mengkonstruksi Pikiran Menuju Manusia Sukses” dalam Studium General yang dilaksanakan di Auditorium Utama IAIN Purwoketo, pada Senin (3/9).

Acara yang diikuti mahasiswa dari berbagai jurusan di Fakultas Dakwah ini menghadirkan Agus Hadi Nahrowi, MA. sebagai pembicara yang juga merupakan seorang coach, trainer, mediator dan penulis.

Ahmad Muttaqin, Dosen Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto selaku penggagas acara menyatakan bahwa tema ini muncul sebagai bentuk kekhawatiran mengenai cara berfikir mahasiswa yang cenderung linier. Mahasiswa akan memperoleh profesi atau pekerjaan sesuai dengan teknik atau pengetahuan yang di pelajari. Sementara pada realitanya kehidupan tidaklah linier. Pemikiran ini kemudian seolah-olah mengakibatkan output mahasiswa Fakultas Dakwah sebagai Penyiar Islam, Konselor Islam, Jurnalis Islam dan lain sebagainya tidak bisa masuk ke ranah lembaga yang lebih mainstream atau umum.

Studium General Fakultas Dakwah

Lebih lanjut lagi dirinya juga menyampaikan pada dasarnya kesuksesan atau kebahagian bergantung kepada pola pikir. Hal ini dikarenakan kekuatan mindset mengarusutamakan seluruh fokus dan gerak tubuh menuju apa yang ada dalam pikiran. Sehingga ketika mahasiswa dakwah saat ini memikirkan masa mendatang dapat terserap di lapangan pekerjaan yang telah ada pada lembaga mainstream, maka hal itu dapat terjadi. Begitupun apabila mahasiswa hanya memikirkan kelinieritasan pengetahuan yang dimiliki maka akan menjadi sangat terbatas. Sebab inilah, merubah cara berfikir menjadi hal yang sangat strategis bagi mahasiswa Fakultas Dakwah.

“Tujuan diadakannya studium general ini tidak lain ialah memberikan ‘virus’ kepada mahasiswa untuk merubah mindset agar lebih konstruktif dan berorientasi kepada kemandirian dan kesuksesan yang lebih besar. Bukan hanya sebagai tenaga kerja ataupun buruh pada penyelenggara lapangan kerja.” Terangnya ketika ditemui di ruang LPPM.

Dirinya juga berharap dari studium general tersebut mahasiswa Fakultas Dakwah memiliki cara berfikir yang lebih konstruktif dan akomodatif terhadap perubahan sosial yang akan datang. Mahasiswa harus lebih kreatif menghadapi era yang sudah mengalami distrupsi atau ketercerabutan dari akar-akar tradisional dan pengetahuan. Kehidupan masyarakat ke depan semakin berubah dalam berbagai bidang sehingga menjadi wajib bagi mahasiswa yang masih berpemikiran tradisional untuk diubah cara berfikirnya. (Wilujeng)

Leave a Reply