Mengkaji Islam Adat Komunitas Bonokeling

Islam di Indonesia, Khususnya Jawa Tengah tidak lepas dari budaya. Hal ini terlihat dari dakwah yang dibawa oleh Walisongo melalui budaya Jawa. Untuk itu, Fakultas Dakwah menggali konsep Islam Budaya Komunitas Bonokeling. Salah satu usaha mengembangkan kajian keilmuan Islam tersebut dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD). FGD yang dilaksanakan di Lt. 3 Gedung Pusat lama pada tanggal 27 Juni 2016 ini menghadirkan Pak Sastro, salah satu sesepuh komunitas bonokeling dan Kang Tohari, budayawan Kabupaten Banyumas.
2
FGD yang mengangkat tema RESISTENSI KOMUNITAS BONOKELING TERHADAP ISLAM PURITAN DI DESA PEKUNCEN KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS diprakarsai oleh Nawawi, M. Hum sebagai peneliti utama dan peneliti dari LIPI sebagai salah satu penggagas kegiatan ini. Diskusi dalam FGD diikuti oleh para akademisi IAIN Purwokerto, Dosen, perwakilan lembaga kajian, pemerhati budaya dan pejabat struktural IAIN Purwokerto.  Hadir pula dalam kesempatan FGD tersebut mahasiswa perwakilan dari Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto.

1

Kehidupan masyarakat desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang secara sosial mereka tampak hidup rukun, saling bekerjasama dan saling menghormati antara  warga yang satu dengan yang lain. Sekilas bila dipandang secara lahiriyah yang kelihatan  adalah demikian, seakan tidak ada masalah dalam kehidupan mereka. Namun, bila dicermati dan diamati secara mendalam, ternyata warga Pekuncen menyimpan permasalahan dan ketegangan di antara mereka. Meskipun warga masyarakat Pekuncen  mayoritas beragama Islam namun corak keislamannya berbeda yaitu penganut Islam adat dan penganut Islam Puritan atau Islam yang murni berdasarkan al Qur’an mengikuti ajaran Muhammad Rasululah saw. Kedua corak keislaman ini sangat berbeda bahkan bisa dikatakan kontradiktif atau berlawanan. Nawawi membuka perbincangan dan latar belakang FGD yang merupakan disertasi Doktoral beliau di Universitas Gadjah Mada (UGM)

Dari hal tersebut, maka dihadirkan beberapa pakar budaya, bahkan salah satu dosen hukum untuk mengkaji eksistensi mereka di Banyumas. Menurut Kang Tohari, panggilan akrab Ahmad Tohari menuturkan bahwa Islam budaya juga bagian dari Islam yang ada, jadi harus tetap dihormati adanya. Dari Segi hukum, hadir Doddy Nur Andrian, yang merupakan Dosen Hukum Tata Negara. Dari segi hukum, masyarakat beragama masih tetap mendapatkan hak untuk beragama.

3

“Kajian serupa telah menjadi isu menarik bahkan cenderung menjadi rebutan bagi institusi akademik di Indonesia. Fakultas Dakwah mengambil peran penting dalam memberikan informasi ini seseuai perspektif yang dianutnya masing-masing”, tandasnya

Leave a Reply