Menjadi Kaya Melalui Media Sosial

“Media sosial kini telah menjadi bagian hidup manusia modern. Tak terkecuali para mahasiswa yang / sangat familiar dengan media sosial. Media sosial menjadi media yang dimanfaatkan untuk eksis di dunia maya. Dunia dua dimensi yang menghilangkan sekat ruang dan waktu. Dunia menjadi terasa sangat sempit karena kita dapat dengan mudah berkomunikasi dengan siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Mulai dari sekadar menanyakan kabar, hingga urusan bisnis dengan nilai transaksi yang sangat mencengangkan, semua dapat dilakukan dengan mudah melalui media sosial.”

1

Sebagai bentuk partisipasi global terhadap perkembangan teknologi yang terus saja berlari semakin kencang, maka layaklah kita mendayagunakan hal tersebut untuk kesejahteraan dan peran serta mendukung kemandirian masyarakat.

Perlu kiranya ada sebuah acara yang memfasilitasi penda­yagunaan teknologi yang canggih ini. Atau lebih kita kerucutkan lagi kepada perkembangan media so­sial. Dimana media sosial ini meru­pakan suatu hamparan dunia baru yang dapat menjangkau siapa saja yang ingin masuk di dalamnya. Media sosial memang tidak bisa disinggungkan kepada ketimpangan ekonomi, kebaik-burukan etika, ataupun lebih jauh lagi kepada penggerusan dan pembentukan karakter baru masyarakat. Tentu saja masyarakat yang ada mulai beralih kepada lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya ketimbang harus berkeringat mengelilingi satu daerah di dunia nyata.

Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto dalam hal ini cermat membaca realita yang ada. Bahwa dewasa ini hampir tidak mungkin kita menemui orang yang tidak mengenal media sosial seperti facebook, twitter, instagram, google+, whatsapp, dan masih banyak lainnya. Hampir sebagian besar interaksi sosial ekonomi terjadi di media sosial. Maka akan sedikit merugi jika kita menafikkan realita yang ada ini, apalagi sampai menjauhi dan menolaknya.

Berangkat dari hal tersebut, Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto pada hari rabu (25/5/2016) menggelar seminar ke-prodian bertajuk “Menjadi Kaya Melalui Media Sosial”. Adapun tujuan diadakannya seminar ini, tidak lain untuk menstimulus mahasiswa Fakultas Dakwah pada umumnya, dan lebih khusus mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) untuk dapat mendayagunakan perangkat media sosial. Karena seperti yang sudah diungkapkan bahwa hampir seluruh mahasiswa mempergunakan media sosial untuk berinteraksi dan juga untuk eksplorasi diri.

2

Pada seminar yang digelar di Gedung Student Center (GSC) IAIN Purwokerto ini, sebanyak 150 lebih peserta yang terdiri dar mahasiswa Fakultas Dakwah dari berbagai Program Studi seperti Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan Konseling Islam (BKI), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dan Managemen Dakwah (MD) mengikuti dengan seksama.

Sebagai pembicara dalam seminar ini, Padang Kusumo, Direktur Lembaga Pengembangan SDM CoTraining & Consulting/ Rumah Terapi QUANTUM Purwokerto, mengajak peserta seminar untuk dapat mengenal lebih jauh perihal media sosial.

3

Padang memaparkan bahwasannya media sosial sama halnya dengan pisau bermata dua. Dimana pendayagunaannya akan tergantung pada si pemegang. Apakah nantinya akan dipergunakan sebagai alat kejahatan atau kah sebaliknya akan dipergunakan untuk kemanfaatan, yang salahsatunya dapat dipergunakan untuk mencari uang, atau dalam bahasa lainnya sering dikenal dengan internetmarketing. Dari seminar ini, Alif Budiyono selaku Sekertaris Jurusan Pengembangan Masyarakat (PMs) yang juga bertindak menjadi moderator, berharap acara seperti ini dapat membantu membentuk karakter mahasiswa agar mampu dan terampil berwira usaha melalui media sosial, serta dapat mengenal media sosial lebih jauh lagi dan memanfaatkanya sebagai sumber penghasilan finansial.

Leave a Reply