Mindfulness Therapy : Menikmati Peran Sebagai IBU.

Belakangan istilah mindfulness mulai populer. Konon, praktek mindfulness adalah salah satu kunci menghindari dan mengatasi rasa cemas, ataupun stres. “Mindfulness adalah memusatkan perhatian sedemikian rupa, menghayati apa yang sedang Anda lakukan, tanpa melakukan penilaian,” kata psikolog dan penulis Rewire Your Brain For Love, Marsha Lucas, Ph.D, dikutip Psych Central. Mindfulness mengajak individu untuk mampu melalui pengalaman yang sulit atau tidak menyenangkan tanpa menghindarinya. Pada prakteknya mindfulness dapat membentuk terciptanya perasaan relaks, namun demikian mindfulness bukanlah salah satu teknik relaksasi, karena fokus mindfulness adalah mengembangkan kapasitas individu untuk mengamati perubahan fisiologis dan mental tanpa dengan sengaja bertujuan untuk mencapai perasaan relaks tersebut.

Mindfulness Theraphy

Pelaksanaan Mindfulness Theraphy

Baru-baru ini dilaksanakan workshop Mindfulness therapy dengan tema : menikmati peran sebagai IBU. Acara ini diprakarsai oleh Rahmatika Kurnia Romadhani, S. Psi, Mahasiswi Magister psikologi profesi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan Penelitian tesis mahasiswa Magister psikologi profesi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sebagai langkah agar para ibu lebih bijak dalam menghadapi kondisi perilaku anaknya yang banyak membuat stres. Acara ini yang dilaksanakan selama 4 hari mulai tanggal 6-9 Februari 2017 di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Acara ini menggandeng 2 orang pembicara yang kompeten di bidang psikologi. Dua Hari pertama diisi oleh Heni Kurniawati, MA., Psikolog di RS. Ananda yang juga berprofesi sebagai Dosen Fakultas Dakwah yang sedang melanjutkan studi di UGM. Dalam sesi pertama ini, Heni memberikan materi mengenali mindfulness dalam kehidupan sehari-hari juga tentang penerimaan diri dan orang lain. Selain Heni, Rahmatika juga menggandeng Rahmawati Wulansari, S.Psi., M.Si., Psikolog, yang membuka praktik sebagai psikolog RSIA Bunda Arif Purwokerto sekaligus dosen fakultas kedokteran UNSUD sebagai pembicara.

Peserta kegiatan ini adalah para ibu yang merasa mulai kewalahan menghadapi sikap anaknya. Sebagian lagi adalah wanita karier yang makin sibuk dan kurang waktu dalam mengurusi anaknya. Ibu dilibatkan karena merupakan bagian lingkungan yang melakukan proses pengasuhan. Program ini menjadi bagian dari pengembangan kesehatan mental dalam keluarga, khususnya kesejahteraan secara psikologis individu yang berperan sebagai orangtua.

1

Lina Dwi Purwanti, Co-Fasilitator Mindfulness

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa BKI, Lina Dwi Puryanti. Lina mendapat kesempatan menjadi Co-fasilitator yang pembuka acara sekaligus moderator. Mahasiswa Semester 4 ini merasakan pengalaman baru yang berbeda dari apa yang dia dapat di Fakultas Dakwah. Kegiatan ini sungguh seru, banyak hal yang bisa digali dari kegiatan ini, mulai dari identifikasi masalah sampai intervensi dan solusi masalah yang dihadapi orang lain, khususnya para ibu demikian ekspresi Lina saat selesai melaksanakan acara pada hari pertama.
Diharapkan kegiatan ini bisa menambah kompetensi mahasiswa BKI agar menjadi lebih baik. Amin

Leave a Reply