Outing Class Mahasiswa BKI di Martani

Mahasiswa semester 7 Prodi BKI IAIN Purwokerto yang mengambil Mata Kuliah “Konseling Klinis” melaksanakan outing class sebagai bentuk pengembangan dan latihan mahasiswa untuk terjun langsung di lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Pelayanan Sosial Eks Psikotik ‘Martani’ Kroya Cilacap. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 15 November 2017Rabu, 15 November 2017. Kegiatan yang diprakarsai oleh Nur Azizah, M.Si., selaku dosen mata kuliah konseling klinis sekaligus sekretaris jurusan Bimbingan dan Konseling.

Rombongan didampingi oleh Alief Budiyono, M.Pd yang juga merupakan kepala Laboratorium Fakultas Dakwah. Fakultas Dakwah mencoba mempererat jalinan kerjasama dengan berbagai pihak yang sejalur dengan keilmuan konseling, termasuk Rumah Pelayanan Sosial Eks Psikotik ‘Martani’ Kroya Cilacap, demikian kata Alief saat penyambutan acara. Martani dianggap potensial dalam pengembangan keilmuan konseling klinis, karena mahasiswa dapat berinteraksi langsung dan menerapkan ilmu yang mereka dapat di bangku kuliah, tambahnya.

Penghuni Rumah Pelayanan sosial ini disebut Eks Psikotik karena mereka adalah orang yang pernah mengalami gangguan kejiwaan dan telah dinyatakan sembuh oleh Rumah Sakit Jiwa, akan tetapi mereka belum memiliki kemampuan bersosialisasi yang baik. Mereka memerlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi agar bisa menjalin hubungan dengan orang lain dan dapat diterima dalam lingkungan masyarakat. Rumah Pelayanan Sosial Eks Psikotik “Martani” Cilacap merupakan salah satu tempat yang melakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi pada eks psikotik. Rumah Pelayanan Sosial Eks Psikotik “Martani” Cilacap berperan dalam meningkatkan kemampuan bersosialisasi pada penerima manfaat yang dilakukan dengan memberikan pelayanan berupa bimbingan-bimbingan dan motivasi.

Rombongan diterima oleh Qodir, Kasubag Umum Rumah Pelayanan Sosial Eks Psikotik ‘Martani’ Kroya Cilacap dengan sangat baik. Sambutan hangat ini berkat kerja keras kakak kelas mereka yang dulu melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Martani dan dianggap berhasil. Kunjungan ini merupakan hal baik, di mana Martani bisa dianggap sebagai laboratorium dalam praktik konseling.

Selain diberikan gambaran awal oleh Qodir, mahasiswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan penghuni di sana. Eks Psikotik memerlukan perhatian, pendampingan, serta penerimaan dari keluarga dan masyarakat di sekitarnya, hal itu juga sangat dibutuhkan ketika eks psikotik sudah waktunya kembali ke rumah masing-masing.Eks Psikotik memerlukan perhatian, pendampingan, serta penerimaan dari keluarga dan masyarakat disekitarnya, hal itu juga sangat dibutuhkan ketika eks psikotik sudah waktunya kembali ke rumah masing-masing.Eks Psikotik memerlukan perhatian, pendampingan, serta penerimaan dari keluarga dan masyarakat disekitarnya, hal itu juga sangat dibutuhkan ketika eks psikotik sudah waktunya kembali ke rumah masing-masing. Semoga Ilmu yang didapat di Martani bermanfaat dan bisa diaplikasikan di masyarakat.

Leave a Reply