Pelatihan Konseling Realitas

Purwokerto- Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto melaksanakan Pelatihan konseling Realitas untuk meningkatkan kesadaran diri mahasiswa BKI Fakultas Dakwah. Pelatihan ini dilaksanakan di Laboratorium Fakultas Dakwah pada hari Senin, tanggal 1 Agustus 2016. Nur Azizah adalah pencetus kegiatan ini. Wanita lulusan UGM yang sekarang menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Bimbingan dan Konseling ini memberikan pelatihan ini secara Cuma-Cuma kepada mahasiswa BKI untuk menambah kualitas konseling mahasiswa.

3

Pelatihan konseling Realitas bagi mahasiswa BKI semester IV para Calon Konselor di Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto. Ide ini datang dari konsep bahwa setiap orang mempunyai masalah dan tidak semua orang memandang secara kenyataan atau secara realita. Dengan demikian diharapkan arus informasi tentang masalah-masalah yang sedang dialami oleh mahasiswa yang bersangkutan akan lebih cepat sampai ke pihak yang dapat menanganinya baik masalah individu, sosial maupun masalah yang lainnya, papar Azizah dalam sesi pembukaan acara tersebut.

2
Acara ini diisi oleh Alief Budiyono, M.Pd., Dosen Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto sebagai narasumber.  Dalam paparannya, Alief, Sapaan akrab narasumber yang berkepala plontos ini memberikan pengertian dan gambaran pentingnya konseling realitas (reality therapy) bagi mahasiswa calon konselor ini. Pendekatan Realitas dalam proses pemberian layanan konseling  individu sangat penting bagi mahasiswa untuk membantu dalam  mengartikan dan memperluas tujuan-tujuan hidup mereka dan membantu dalam proses pemenuhan kebutuhan psikologis tunggal yang disebut kebutuhan akan identitas. Di balik semua itu, banyak manusia yang masih belum dapat mencapai kebutuhan dasar psikologisnya, yaitu kebutuhan  untuk kelangsungan hidup, mencintai dan dicintai, kekuasaan/kekuatan, kebebasan serta kesenangan. Tujuan reality therapy ini adalah membantu manusia untuk memenuhi kelima kebutuhan dasar tersebut.

1

Dengan pelatihan Konseling Realitas, mahasiswa dapat terbantu dalam meningkatkan kesadaran dirinya, memahami dirinya dalam menemukan jalan yang lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan–kebutuhannya, mahasiswa dapat dibantu untuk melakukan sesuatu yang kebih baik dalam menghadapi tugas dan tantangan dalam hidup serta lebih bertanggung jawab dalam kehidupannya. Kedepannya, Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) di Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto diharapkan mampu yang mengembangkan keilmuan Bimbingan Konseling Islam (BKI) yang didapatkan di teori dalam kelas dengan program yang disesuaikan dengan visi dan misinya ‘take, care and action’. Dimana masih ada mahasiswa BKI sebagai Calon Konselor belum sepenuhnya trampil dalam melakukan konseling khususnya konseling Realitas, kondisi ini di  IAIN Purwokerto pada umumnya masih mahasiswa yang belum mempraktekan berbagai model konseling untuk membantu mengatasi masalah para klien atau konseli.

Leave a Reply