PRO 2 RRI Goes To Campus IAIN Purwokerto

Purwokerto – Guna memberikan literasi kepada masyarakat mengenai bahaya berita Hoax, Pro 2 RRI bekerjasama dengan Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto menggelar talkshow bertajuk “Menangkal Berita Hoax” di Hall IAIN Purwokerto, Kamis (28/9). Hadir sebagai pembicara dosen sekaligus pengamat media Warto, M.Kom dan Dr. H. Abdul Basit, M.Ag pengajar Program Pascasarjana KPI IAIN Purwokerto.

pro2

Tema tersebut sengaja dipilih mengingat berita Hoax sedang hangat-hangatnya menyerang masyarakat melalui media sosial, khususnya mahasiswa. Sehingga perlu ada pendidikan literasi agar mahasiswa tidak salah dalam menerima informasi.

Acara yang diprakarsai Kepala RRI Purwokerto Budiningrum, S.Sos ini merupakan agenda tahunan Pro 2 RRI sebagai radio publik yang senantiasa mengembangkan siaran pendidikan untuk mencerahkan, mencerdaskan, dan mendorong kreativitas masyarakat dalam rangka membangun karakter bangsa.

Dalam sesi diskusi yang dimoderatori Faniatul Hayah, Abdul Basit mengatakan Pemerintah dan seluruh elemen termasuk aparat keamanan dan MUI sudah banyak melakukan pencegahan peredaran berita Hoax, namun dibutuhkan kesatuan dan kesadaran bersama untuk menanggulanginya.

narsum

“Mengikuti fatwa MUI maka Hoax diklasifikasikan sebagai bentuk ghibah. Dalam hadits dijelaskan jika kita melakukan ghibah, maka kita sama saja memakan bangkai saudara sendiri. Hoax juga dapat diartikan berbohong dan hukumnya haram,” terang pria yang juga menjabat sebagai Direktur Program Pascasarjana IAIN Purwokerto.

Abdul Basit juga menjelaskan ada tiga usaha yang sudah dilakukan untuk menangkal informasi-informasi Hoax. Pertama, dalam UU ITE Hoax masuk kategori cybercrime, jika kita terbukti menyebarkan berita Hoax maka  akan mendapat denda satu miliar atau kurungan 6  tahun penjara. Kedua, Pemerintah sudah berupaya menutup website yang mengandung konten berita Hoax, adu domba, bahkan pornografi. Ketiga, Pemerintah juga telah melakukan sosialisasi agar masyarakat melek teknologi.

Ia pun berharap sebagai orang beragama perlu dibangun sikap berhati-hati dalam bertindak. “ucapan dan perbuatan akan dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Pemateri lainnya Warto menerangkan Fenomena Hoax sudah ada sejak jaman Rasulullah. Fenomena ini makin diperkuat dengan majunya teknologi. Kita yang awalnya hanya mengenal click untuk mencari data dan berita di media, sekarang menjadi bertambah dengan share. Kebiasaan masyarakat sekarang yang suka dengan share ditangkap para kapitalis yang berkecimpung di bidang media sebagai peluang pasar. Sebagian besar penyebaran Hoax dari teks, dan diperkuat dengan dukungan gambar di media.

Warto menyebutkan berita Hoax bisa dilihat dari judulnya yang terkesan bombastis dan provokatif. Selain itu sumber berita apabila ditelusuri lebih jauh terlihat meragukan. “itu bisa dilihat dari URL dan website yang mengeluarkan berita”, jelasnya dihadapan puluhan mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Purwokerto.

Wadek III Dr. M Najib dalam sambutannya berharap semoga kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa IAIN Purwokerto, khususnya mahasiswa KPI. Sehingga bisa menambah kompetensi dan membantu memantapkan komunitas Broadcasting “STAR FM” untuk mulai berkiprah melalui siaran streaming.

nyanyi

Selain diskusi tentang berita Hoax, talkshow yang disiarkan secara live ke seluruh Indonesia ini juga dimeriahkan oleh Grup musik dari UKM Master “Pena Pagi“ serta beberapa lantunan lagu yang dinyayikan Muhammad Sabiqurahman pemenang RRI tahun 2016. (Aji)

Leave a Reply