PRODI MANAJEMEN DAKWAH LAHIRKAN KOMUNITAS SAFARI RELIGI

MD lahirkan komunitas Safari Religi  di fakultas dakwah pada Maret lalu. Meskipun SK (Surat Kepengurusan) belum dikantongi oleh komunitas, namun fakultas sangat mengapresiasikan terbentuknya komunitas itu. Adanya komunitas itu ternyata juga membantu untuk mendongkrak akreditasi prodi MD. Komunitas ini mulai berhembus dan memulai jejak awalnya pada bulan Juni 2017 ini sebagai bakal calon komunitas baru bagi mahasiswa Fakultas Dakwah
Mata kuliah Keilmuan Wisata Religi menginspirasi mahasiswa MD untuk membuat komunitas Safari Religi. Berawal dari saling tukar  pikiran antara satu mahasiswa lain mengenai MD yang tidak memiliki identitas komunitas, maka Hamdi Bistami mahasiswa MD semester 6 dan kawan-kawan sepakat mengajukan permohonan pembentukan komunitas tersebut.
Tujuan pembentukan komunitas Safari Religi yaitu untuk memberikan identitas pada MD. Lebih spesifiknya sebagai wadah mahasiswa dan alumni agar bisa menjalin silaturahmi hingga memudahkan peluang kerja bagi mahasiswa MD setelah lulus nantinya. Juga karena mahasiswa MD ingin mengenal islam tidak hanya melalui Al-Qur’an dan Hadits, melainkan melalui sejarah dan budaya Islam.
“MD berharmoni, Safari Religi sugeng rahayu, keselamatan untuk kita semua. Saya harap dengan adanya komunitas ini setelah lulus besok, gemad (generasi management dakwah) kedepannya akan ada banyak kegiatan dan event-event yang mampu mengembangkan MD dan para alumni MD mampu berbagi pengalaman kerjanya sehingga memudahkan mahasiswa MD dalam menentukan tujuannya di MD, ” papar Hamdi.
Agenda pertama yang berhasil diselenggarakan oleh komunitas yang masih sangat baru ini yaitu workshop dengan judul “Management Pariwisata” pada 25 Mei 2017, bertempat di Laboratorium Fakultas Dakwah lantai satu. Workshop diikuti oleh perwakilan mahasiswa MD semester 2, 4 dan 6.
“Palugada (Apa yang lu mau gue ada). Komunitas Safari Religi jika besok jadi biro perjalanan, kami ada karena ranah kerja MD ke biro wisata, ”kata Hasto dari Dinas Pariwisata ketika mengisi workshop.
Turhamun dan Ahmad Muttaqin dosen IAIN Purwokerto juga turut serta mengisi workshop tersebut dan memberikan motivasi-motivasi untuk perkembangan MD. Meskipun SK belum diturunkan, Hamdi dan kawan-kawan tetap berproses agar komunitas Safari Religi bisa berkembang dan mampu mendongkrak akreditasi MD. Rencana akan ada banyak kegiatan yang dilakukan lagi agar terjalin kerukunan yang harmonis antara mahasiswa MD dan mahasiswa prodi lainnya. (ANAW)

Leave a Reply