Setya Laras Ramaikan Dhopokan Banyumasan

Purwokerto – Dhopokan Banyumasan yang biasanya digelar setiap malam minggu di Pendopo Si Panji, pada Minggu (17/12) malam lalu, lain dari biasanya. Selain ramainya pengunjung di Alun-alun Purwokerto dan  penentuan finish event Nusantararun Cirebon-Purwokerto, juga ada acara rutin Dhopokan ini. Yang lebih beda dari malam biasanya, jika selama ini Dhopokan yang dihadiri langsung oleh Bupati diselenggarakan tanpa adanya acara pembuka, kali ini berbeda karena grup karawitan “Setya Laras” yang beranggotakan mahasiswa dan Mahasiswi IAIN Purwokerto tampil memberikan nuansa banyumasan dalam acara ini. Dhopokan ini merupakan acara rutin yang kali ini memberikan kesempatan kepada Kelompok Tani Pelajar Mahasiswa (KTPM) Banyumas untuk bisa langsung bertatap muka dan sharing dengan bupati Banyumas itu.

2

Peserta Dhopokan Banyumasan

Dengan piawai, sekitar 10 mahasiswa memainkan perangkat karawitan, seperti  Bonang, Bonang Penerus, Demung, Saron, Peking, Kenong & Kethuk, Gender, dan Gong.  Mengenakan kostum dominan warna hitam khas Banyumasan yang dipadu batik, Setya Laras membawakan beberapa gendhing, diantaranya Ricik-ricik Banyumasan, Rukun Islam, dan Asmarandhana. Selain mahasiswa, Grup ini juga masih menggaet pelatih mereka dalam beberapa posisi sentral, terutama sinden.

Grup Karawitan Setyo Laras

Grup Karawitan Setyo Laras

Bupati Banyumas, Drs. H. Ahmad Husein ikut larut dalam suasana penampilan karawitan ini. “Penampilan mereka luar biasa. Bagus, dan saya sangat terpukau. Saya menaruh apresiasi yang tinggi untuk grup karawitan ini karena masih mau melestarikan budaya Banyumas yang sudah mau ditinggalkan“  ujar Bupati  Husein dalam sambutannya. Beliau berharap, mahasiswa yang berperan sebagai Agent of Change tidak serta merta meninggalkan warisan budaya mereka.

3

Tak hanya Bupati, tamu undangan yang hadir malam itu, yang mayoritas mahasiswa dan pelajar di Kabupaten Banyumas serta tamu undangan lainnya ikut larut dalam lantunan melodi malam itu. Mereka tampak menikmati setiap penampilan grup karawitan itu. Tak terkecuali Anastasya, salah satu mahasiswa asal Rusia yang terlihat menikmati kesenian Banyumas ini. Selain melestarikan kebudayaan Banyumas, Warto, ketua Karawitan berharap dapat mengenalkan budaya ini kepada seluruh masyarakat yang hadir, mahasiswa dan pelajar yang hadir terutama mahasiswa asing yang ada di Banyumas.

Warto, Ketua Setya Laras

Warto, Ketua Setya Laras

Leave a Reply