Sociopreuner Memotivasi Mahasiswa Menjadi Pengusaha Muslim Berkualitas

Dewasa ini angka wiraswasta atau pengusaha di Indonesia baru mencapai 1,4% masih jauh dari ideal untuk negara maju. Karena untuk negara maju angka paling tidak 4%, sehingga perlu extra kerja untuk mencapai angka ideal tersebut. Untuk meningkatkan jumlah wiraswasta tersebut, banyak sekali cara sudah dilakukan, salah satunya adalah apa yang dilaksanakan oleh Komunitas Motivator Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto dengan menyelenggarakan Seminar Sociopreuner.

1

Seminar ini dilaksanakan pada hari sabtu, 21 Mei 2016 di Gedung Student Center. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 150 mahasiswa fakultas dakwah. Besarnya animo mahasiswa mengikuti kegiatan ini adalah motivasi mereka untuk mengenal sociopreuner lebih dalam dan salah satu alternatif pekerjaan mereka mendatang.

Seminar ini dibuka oleh Arsam, MSI selaku Ketua Laboratorium Fakultas Dakwah. Kegiatan yang diorganisir oleh komunitas motivator ini mengundang 3 narasumber tingkat nasional, yaitu Mursida Rambe (Ketua Pengurus KSPPS BMT Beringharjo), Hadiono (Pemilik Ema Bima College dan pengusaha Jamur di Purwokerto) dan Sularto (Pendiri Bursa Kampus Purwokerto) dan moderator dosen IAIN Purwokerto M. Wildan Humaidi, S.H.I., M.H.

2

Pembicara pertama, Sularto memaparkan contoh proposal bisnis yang sudah dia bangun di Purwokerto. pendiri bursa kampus ini memberikan gambaran kepada mahasiswa fakultas dakwah tentang ajakan berinvestasi lewat pendirian Koperasi Ritel. Ritel dipilih karena Potensi bisnis minimarket semakin terlihat jelas, Selalu dibutuhkan oleh setiap lapisan masyarakat, dan Menyerap tenaga kerja.

Pembicara kedua, Hadiono memaparkan tentang manfaat infak dan shodaqoh untuk penggerak sosiopreuner. Pengusaha yang memiliki usaha di beberapa tempat ini mengembangkan usahanya dengan prinsip one day one thousand. Sebuah program shodaqoh sehari seribu rupiah.

3

Mursida Rambe

Materi pertama diisi oleh Mursida Rambe  Raih Prestasi dengan Berbagi, Dapatkan Kebahagiaan Hakiki” (Sociopreneur Dalam Kerangka Kemandirian Muslim Melalui BMT berbasis Syariah Tanpa Riba). Ketua Pengurus KSPPS BMT beringharo yang sudah memiliki 16 kantor Cabang (4 DIY, 1 Jateng, 9 Jatim, 1 Jabar, 1 Bintaro) memberikan gambaran tentang perjalanan karir pendirian BMT beringharjo dari awal sampai hari ini yang sudah beromset sekitar 112 M. Mursida yang begitu dekat dengan pedagang kecil memiliki prinsip holy spirit dan edukasi syariah. Mursida mengembangkan usahanya dengan prinsip Tidak ada yang  TIDAK BISA, Tidak ada yang TIDAK MUNGKIN, Tidak ada yang SIA – SIA. ASAL ADA NIAT, KEBERANIAN, KESUNGGUHAN, KEYAKINAN KONSISTEN TAWAKAL.

Seminar ini menggabungkan antara elemen bisnis dan syariah islam dalam berbisnis. Semoga dengan seminar ini bisa menambah jumlah pengusaha muslim berkualitas yang memiliki kepedulian tiggi terhadap lingkungan sekitar. Amin.

Leave a Reply