Tangkal Kristenisasi ala Mahasiswa PMI

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pengembangan Masyarakat (PMS) Fakultas Dakwah IAIN melakukan kunjungan kerja ke Suro, Kalibagor, Banyumas, pada hari Minggu 15 April 2018. HMJ yang baru berdiri 2 tahun ini menapaki dunia sosial dengan cara terjun langsung ke masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada di masyarakat. Kegiatan ini adalah salah satu program kerja dari Departemen Sosial Kemasyarakatan HMJ PMs.

Kunjungan yang dilakukan oleh Ketua HMJ PMS Khoerul Irfan Prasetyo dan Wakil Ketua dari HMJ PMS Khusnul Rizki Shilfani ini dibimbing langsung oleh Kepala Jurusan Pengembangan Masyarakat Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto Dr. Nawawi, S. Ag., M.Hum. Selain itu, sebagai penanggung jawab kegiatan, hadirĀ  juga Koordinator dari Dep. Sosial Kemasyarakatan Januar Eko Nuramadhana. Nawawi yang pernah mengangkat tradisi Bonokeling sebagai islam kepercayaan di Kabupaten Banyumas diharapkan dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa saat melakukan kunjungan untuk observasi awal program mereka. Nawawi mengatakan, butuh pendekatan khusus untuk dapat mengungkap permasalahan sosial di masyarakat.

Kunjungan ini dilatarbelakangi oleh kecemasan mahasiswa PMI dengan gencarnya program kristenisasi yang ada di Daerah Kalibagor. Sebagai salah satu Instansi Agama Islam yang bergerak di bidang pengembangan Masyarakat, mahasiswa PMI merasa tergugah untuk bisa turun langsung ke Kalibagor untuk berdakwah dan mengembalikan islam di daerah tersebut.

Kunjungan Mahasiswa PMI

Observasi dilakukan ke salah satu Rumah warga desa Suro Rt 04/01 yaitu Bapak Kliwon. Bapak Kliwon adalah salah satu mantan penganut agama Kristen karena faktor ekonomi keluarganya, dengan alih iming-iming sembako. Namun, kepercayaan beliau kembali ke islam setelah Dewan Dakwah Banyumas melakukan bedah rumah beliau yang saat itu sangat memprihatinkan dan tidak layak huni.

Setelah berbincang banyak dengan Keluarga Bapak Kliwon Irfan dan kawan-kawan mendapatkan banyak informasi terkait dengan kondisi masyarakat setempat. Selanjutnya kami berkunjung ke rumah Bapak Sarkam. Beliau adalah tokoh masyarakat yang juga menjabat sebagai camat Kalibagor. Beliau adalah orang yang berpengaruh dalam pembangunan di desa Suro. Dari paparan Bapak Sarkam Irfan mendapatkan informasi yang tidak kalah penting dan menarik tentang kristenisasi di Desa Suro. Sarkam mengatakan bahwa kristenisasi di Suro masih berjalan aktif, salah satunya dengan adanya kegiatan tiap minggunya yang dilaksanakan di area Gereja. Kegiatan ini dilakukan agar mendapat perhatian dari masyarakat sekitar, seperti Senam pagi, membagikan sembako, posyandu, periksa kesehatan gratis, dan lain sebagainya. Yang lebih memprihatinkan lagi Masjid-masjid yang ada di Desa Suro menjadi sepi dan tidak ada aktivitas keagamaan karena tidak adanya ustadz atau tenaga pengajar, tambah Sarkam.

Dari kunjungan yang diatas Nawawi mengharapkan HMJ PMS, khususnya Departemen Sosial bisa membuat program untuk membantu penanggulangan masalah tersebut. Harapannya, kegiatan pengembangan masyarakat akan di fokuskan di Desa Suro, Kalibagor, Banyumas melalui kegiatan sosial, rangkaian kegiatan keagamaan, dan kegiatan lainnya. Diharapkan ada program berkelanjutan untuk mengembalikan kejayaan islam melalui syiar dakwah dan pengembangan masyarakat yang dimulai dari HMJ PMs Fakultas Dakwah IAIN Purwokerto, tambahnya.

Leave a Reply