Workshop Capacity Building: Kreatif-Inovatif di Era New Normal

Purwokerto – Selasa. 14 Juli 2020, Fakultas Dakwah tetap melaksanakan Workshop Capacity Building dengan tema “Kreatif dan Inovatif di Era New Normal” di tengah pandemic Covid-19. Workshop ini dilaksanakan pada Selasa, 14 Juli 2020 dengan cara online melalui google meet. Narasumber Workshop Capacity Building pada kesempatan ini adalah Prof. Dr. H. Abdul Basit, M.Ag., Dekan Fakultas Dakwah. Peserta Workshop Capacity Building adalah mahasiswa Fakultas Dakwah semester 6 dan semester 8.

Mahasiswa Fakultas Dakwah akan ditargetkan untuk melakukan setidaknya tiga hal pencapaian terkait wacana kampus merdeka. Tiga hal tersebut yakni riset, proyek independen, dan proyek kemanusiaan. Ketiga hal tersebut harus diawali dengan memahami lokasi dan kondisi fisik serta sosial lapangan. Selanjutnya, mahasiswa membuat rencana kerja sesuai dengan kondisi lapangan, kemudian lakukan dan evaluasi.

Riset

Riset bisa dilakukan secara mandiri, bekerjasama dengan dosen, ataupun bekerja di laboratorium atau bagian dari lembaga riset. Riset yang ditekankan oleh Fakultas Dakwah adalah riset yang menjawab masalah ilmiah dengan menggunakan satu atau lebih teori dan metode penelitian yang tepat. Sumber data riset bisa bersumber dari data pustaka (library research) maupun dari data lapangan (field research).

Proyek Independen

Proyek independent ini bisa dilakukan secara mandiri atau membentuk tim (sesama prodi atau antar prodi). Program independen dapat berbentuk berbagai macam model antara lain: membuat produk ekonomi rumah tangga yang inovatif, membuat media pembelajaran atau animasi untuk institusi/masyarakat yang mudah dan menyenangkan, membangun desa wisata religi, membuat gerakan one day one juz, membangun gerakan bebas buta aksara bahasa Arab, membuat kampung Qur’an, membuat program akuntansi masjid, merintis koperasi pontren, dan lain sebagainya.

Proyek Kemanusiaan

Mahasiswa dapat ikut terlibat dalam proyek kemanusiaan yang diadakan oleh lembaga atau pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Proyek kemanusiaan dapat berupa: rehabilitasi masyarakat/komunitas yang bermasalah/akibat korban bencana alam, mengentaskan kemiskinan melalui program ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, dan Wakaf), menciptakan SDM yang terampil, mendidik wirausaha muda, melatih kader-kader da’i dan pengajar Qur’an, menciptakan lapangan pekerjaan bagi kalangan miskin, menciptakan kampung sehat, membangun budaya sehat di masyarakat, dan lain sebagainya.

Ketiga hal di atas tidak dapat berdiri sendiri, akan tetapi saling keterkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Mahasiswa dituntut untuk mempunyai gagasan yang kreatif dan inovatif guna memberdayakan masyarakat sekitarnya.

“Kreatif bukan berasal kepintaran, kreatif bisa dilakukan oleh siapapun asal mau bergerak, mau disiplin, dan berani maju. Kreatif adalah tuntutan zaman. Kita harus mempersiapkan diri ke depan, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Selain kreatif, kita juga profesional dalam bidang yang kita geluti,” kata-kata penutup dari Prof. Dr. Abdul Basit, M.Ag. (Alfi)

Leave a Reply